Blog ini ditujukan untuk menampung tulisan-tulisan yang saya hasilkan secara instan. Sebagian sudah dimuat di akun Facebook saya dan sebagian lainnya tidak.

Saya menulis berbagai tema. Apa pun. Itu karena saya bukan pakar di suatu bidang tertentu. Saya menulis hanya sesuai keinginan dan lebih sering urusan remeh-temeh.

recent posts

Kala Fans Veda Hujat Hakim Danish


Sejak Jumat, 15 Mei 2026, kemarin, media sosial riuh dengan komentar soal Hakim Danish dan Veda Ega Pratama. Pangkal soalnya adalah keduanya punya performa yang berkebalikan. Danish terdepan di sesi Free Practice 1 dan Practice, sementara Veda masih terseok di belakang. Veda tampak kesulitan memacu motornya. Entah apa masalahnya. Mungkin karena bukan sirkuit karakternya atau ada masalah dengan motornya.

Hakim Danish sudah cukup percaya diri sejak sebelum latihan bebas dimulai. Kepada media Malaysia, ia mengaku cukup punya pengalaman di sana. Modal itulah yang membuatnya merasa bisa bersaing di level depan.

Wawancara tersebut entah kenapa memantik komentar negatif dari netizen Indonesia. Mereka langsung berkomentar menyerang bahkan menghujat Danish. Padahal, tidak ada satu pun kalimat dalam wawancara tersebut yang menyinggung Veda sama sekali.

Hujatan terus memanas karena pada saat FP1 dan PR, ia mampu membuktikan ucapannya. Danish di posisi satu. Fans Veda seakan tak terima dengan keadaan tersebut, mendapati pembalap jagoannya disalip pembalap negeri jiran.

Saya geleng-geleng kepala. Entah kenapa mereka bisa sebrutal itu. Sebagai perbandingan, sangat jarang saya temui komentar-komentar bule yang sepedas itu terhadap rival jagoannya, apalagi sampai menghina fisik.

Situasi ini tidak disia-siakan oleh akun-akun Indonesia haus engagement. Mereka membuat postingan tentang Danish untuk memancing komentar negatif dari netizen Indonesia. Jadi, yang posting akun Indonesia, yang menghujat juga netizen Indonesia.

Timbul pertanyaan, kok bisa mereka melakukan itu? Padahal tak ada akun Malaysia yang mencari gara-gara. Entahlah, rasa-rasanya mereka memang cuma senang berkelahi di dunia maya, walaupun kebanyakan warga Malaysia cuek saja. Bahkan, beberapa akun sampai membuat postingan dukungan terhadap Veda. Mungkin untuk menunjukkan bahwa sesama Asia Tenggara, harus saling mendukung.

Ada momen lucu saat suatu ketika saya scroll di TikTok. Saya mendapati sebuah komentar dari akun yang di belakang namanya terpasang bendera Malaysia. Dia berkomentar seakan-akan mendukung Danish dengan menggunakan bahasa Malaysia. Kalimatnya hiperbolis. Persisnya saya lupa.

Tentu saja komentar tersebut langsung diserbu oleh akun-akun Indonesia dengan hujatan sadis. Setelah saya cek, akun pemicu tersebut ternyata orang Indonesia. Postingan dan kontennya berbahasa Indonesia. Jadi, sudah pasti dia cuma pura-pura menjadi orang Malaysia. Apa tujuannya? Saya tidak tahu. Tapi, besar dugaan saya cuma untuk memanen hujatan terhadap Hakim Danish.

Urusan merusuh di media sosial, rasa-rasanya kita tidak akan pernah kalah dari ras mana pun di dunia.

Lenteng, 16-20 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar