Blog ini ditujukan untuk menampung tulisan-tulisan yang saya hasilkan secara instan. Sebagian sudah dimuat di akun Facebook saya dan sebagian lainnya tidak.

Saya menulis berbagai tema. Apa pun. Itu karena saya bukan pakar di suatu bidang tertentu. Saya menulis hanya sesuai keinginan dan lebih sering urusan remeh-temeh.

recent posts

Veda Podium di Lintasan yang Mengerikan

Sumber: MotoGP

Seri MotoGP di benua Amerika merupakan salah satu yang kurang menarik ditonton. Bukan karena balapannya, melainkan jam tayangnya, yaitu dini hari.

Sejak sakit, saya tidak lagi bisa begadang. Sering melewatkan tayangan MotoGP di beberapa seri: Qatar, Austin, Argentina, dan kini Brasil, sirkuit baru yang menyelenggarakan balapan tadi malam.

Saya hanya menonton cuplikan balapannya pagi tadi, sehabis salat Subuh. Dua kategori, MotoGP dan Moto3. Dua balapan yang untuk tahun ini akan sering saya tonton. Alasannya tentu saja karena ada Veda Ega Pratama di Moto3. Tahun-tahun sebelumnya saya hanya fokus ke MotoGP karena kategori lain kurang menarik, meskipun ada Mario Aji di Moto2, pembalap Indonesia.

Sebenarnya, bukan hanya soal ketertarikan. Namun, faktor mata dan kepala yang belum sehat juga menjadi alasan. Saya tidak bisa berlama-lama menonton balapan karena setelah itu biasanya akan pusing. Sering oleng karena laju motor yang sangat cepat masih terekam di memori otak. Entah ini bagaimana penjelasan medisnya. Intinya kepala menjadi tidak enak sehabis menonton.

Pada balapan tadi malam, Veda berhasil podium ketiga. Ini capaian yang sungguh luar biasa setelah balapan pertama di Buriram yang finis di urutan kelima. Mudah-mudahan tren ini akan berlanjut sehingga di balapan-balapan berikutnya akan sering menjumpai ia di podium.

Balapan di Brasil berlangsung penuh tantangan. Dua hari sebelum latihan bebas, sirkuitnya banjir. Lintasan kotor penuh lumpur. Untungnya segera bisa dibersihkan sehingga rangkaian balapan tetap bisa dilaksanakan.

Hari kedua, trek bermasalah. Aspalnya ambles. Lubang menganga cukup besar. Pekerja bergerak cepat dengan memangkas bagian yang rusak, lalu ditambal lagi dengan aspal baru. Rangkaian balapan ditunda, bahkan kualifikasi Moto2 dipindahkan keesokan harinya.

Hari ketiga, di balapan utama, masalah aspal masih berlanjut. Jurnalis Simon Patterson membagikan foto-foto aspal yang mengelupas. Kelihatannya sangat mengerikan. Mungkin karena itu, beberapa pembalap terlibat kecelakaan besar (high side), bahkan bendera merah sempat dikibarkan.

Banyak komentar negatif dari pembalap MotoGP terkait kondisi lintasan. Marc bilang seakan ia membalap di atas kerikil. Alex Rins bahkan tangannya memar gara-gara kena hantam kerikil. Toprak saat diwawancara menunjukkan bukti kerikil yang masuk ke sepatunya. Masih banyak komentar negatif lain dari beberapa pembalap MotoGP. Mungkin karena kondisi inilah, balapan yang seharusnya berlangsung selama 31 lap dipangkas menjadi 23 lap.

Sebenarnya bukan kali pertama sirkuit bermasalah saat pertama kali digunakan. Soal kerikil yang copot dan mengenai pembalap juga terjadi saat sirkuit Mandalika mengadakan tes pertama. Namun, kondisi keseluruhan sepertinya tidak separah yang terjadi di Brasil.

Di tengah lintasan yang sangat berisiko tadi malam, ternyata Veda masih sanggup mengamankan podium. Ini bukti kalau nyalinya boleh juga. Selamat, Veda!

Jaddung, 23 Maret 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar