Masih seputar server rumahan yang saya bangun beberapa bulan terakhir. Kali ini, saya mencoba upgrade dari Set Top Box (STB) bekas ke Mini PC bekas, Dell Wyse. Karena masih sama-sama bekas, saya tetap menyebutnya sebagai server rongsokan.
STB sebenarnya tidaklah terlalu buruk. Konsumsi dayanya kecil. Cuma performanya tidak terlalu kencang, terutama untuk menghosting blog berbasis wordpress. Ia juga tidak bisa menampung beberapa blog sekaligus jika menggunakan Casa Os. Kalau kata Ai, sebenarnya bukan tidak bisa, tapi susah settingannya.
Karena saya tidak mau ribet, apalagi dengan keterbatasan RAM yang dimiliki (hanya 2GB), maka saya tidak berminat menginstal beberapa blog di STB tersebut. Risikonya terlalu besar. Pilihan terbaiknya hanya satu, yaitu upgrade perangkat.
Tapi, memilih upgrade tentu saja bersiap untuk menghadapi tantangan baru. Awal tahun 2026 sebenarnya adalah pilihan yang buruk untuk membangun PC. Harga RAM dan SSD naik gila-gilaan. Karena itu, saya harus menyiapkan budget lebih banyak untuk membangun home server. Masalahnya, dana saya terbatas. Saya harus putar otak. Jalan terbaik yang bisa ditempuh hanyalah dua, membeli bahan bekas atau mencari toko orang mabuk yang lupa menaikkan harga.
Dua jalan itu saya tempuh. Saya terpaksa beli SSD murah karena bekas. Mereknya Samsung dengan kapasitas 128GB. Saat dicek lewat aplikasi, kesehatannya sudah menurun ke angka 89%. Saya tidak tahu, SSD ini sudah dipakai buat apa saja. Saya hanya berdoa agar ia bisa tahan lama, bahkan kalau bisa sampai hari kiamat.
Selanjutnya, RAM 4GB saya beli dari toko yang entah kenapa pemiliknya tidak menaikkan harga. Mungkin naik, tapi tidak sebrutal toko-toko lainnya. Saya sempat ragu apakah ini scam karena satu syarat penipuan sudah terpenuhi, yaitu harganya jauh di bawah harga rata-rata toko lainnya. Tambah lagi, barangnya tinggal sebiji alias saya adalah pembeli terakhir. Tapi, melihat reputasi tokonya yang bagus, kok rasa-rasanya kecil kemungkinan untuk menipu. Ya, sudah, saya putuskan untuk membelinya.
Saat paket sampai, saya langsung cek bungkusnya. Sepertinya asli karena menyakinkan. Ada segelnya. Tapi, segel saja tentu tidak cukup. Selanjutnya saya pasang untuk benar-benar mengetes apakah ia asli atau tipuan. Ternyata asli. Terbaca dengan dengan sempurna. Asyik.
(Bersambung)
16 Februari 2026

Komentar
Tinggalkan Komentar