Awalnya, saya sudah cukup pede untuk migrasi sepenuhnya blog utama saya ke server rongsokan ini. Tapi, dipikir-pikir kok risikonya lumayan besar.
Risiko pertama, sampai saat ini saya belum langganan internet kabel, walaupun tetangga kanan-kiri sudah pasang semua. Saya masih setia dengan internet seluler. Alasannya, karena dengan internet seluler saya bebas kapan saja daftar paket alias tidak dikejar tagihan tiap bulan. Saya paling takut dengan tagihan karena saya bukan Bahlil yang tiap bulan di kantongnya selalu ada duit.
Alasan lainnya adalah karena di lingkungan saya paket-paket internet dari RT-RW net yang harganya lumayan murah cenderung tidak bersahabat saat menonton streaming. Alhasil, paket seluler lebih saya pilih untuk menghindari buffering.
Namun, masalahnya ketika paket seluler tersebut habis, otomatis server rongsokan ini tidak bisa diakses. Baru bisa diakses kembali ketika saya membeli paket baru, dan itu tidak tentu kapan.
Risiko kedua, STB ini barang rongsokan. Saya belum tahu durabilitasnya, mengingat barang tersebut tidak didesain sebagai perangkat server. Apalagi ini adalah pengalaman pertama saya menggunakannya. Jadi, kalau nanti tiba-tiba ia kolaps, data-data penting blog saya jadi hilang dong.
Atas pertimbangan dua risiko di atas, saya putuskan untuk menggunakannya sebagai alat eksperimen saja. Buat mengulik-ngulik sesuatu. Ya, semacam rehat dari hiruk-pikuk dunia internet yang dipenuhi kabar-kabar buruk tiap hari.
Begitu.
Komentar
Tinggalkan Komentar