Blog ini ditujukan untuk menampung tulisan-tulisan yang saya hasilkan secara instan. Sebagian sudah dimuat di akun Facebook saya dan sebagian lainnya tidak.

Saya menulis berbagai tema. Apa pun. Itu karena saya bukan pakar di suatu bidang tertentu. Saya menulis hanya sesuai keinginan dan lebih sering urusan remeh-temeh.

recent posts

Toprak Juara!

Sumber: World Superbike

Akhirnya Toprak juara World Superbike 2025. Ini gelar ketiganya. Gelar penutup sebelum ia hijrah ke MotoGP tahun depan.

Pada balapan kedua tadi malam, ia start di posisi sepuluh. Itu karena ia jatuh setelah disenggol Bulega pada Superpole sore kemarin. Untungnya, pada balapan semalam, Toprak masih bisa merangsek ke barisan depan. Ia berhasil finis di posisi ketiga.

Sepanjang balapan saya merasa deg-degan. Khawatir ia jatuh lagi atau ada kendala dengan motornya. Soal finis di posisi berapa sudah bukan prioritas karena masuk sepuluh besar saja ia sudah juara. Yang penting tidak jatuh dan motornya aman.

Setelah berhasil masuk ke barisan depan, Toprak tampaknya tidak terlalu berhasrat menyalip Bautista yang ada di depannya. Mungkin dia khawatir itu akan membahayakan kans juaranya. Toprak membangun jarak dengan pembalap di depan dan belakangnya, sehingga penggemar yang menontonnya merasa sedikit lega. Risiko bersenggolan cukup kecil.

Namun, tetap saja deg-degan. Sebab, jika Toprak tidak bisa menyelesaikan balapan tersebut, maka juara tidak akan ada di tangannya. Juara yang tinggal direngkuh sedikit lagi itu langsung lenyap begitu saja. Pastilah patah hati para penggemarnya.

Untungnya ia juara.

Tahun depan, Toprak akan ke MotoGP. Sudah pasti keadaannya tidak akan sama lagi. Rasa-rasanya akan sulit menjumpainya di barisan depan seperti di World Superbike. Ini mungkin terlalu pesimis. Tapi, saya punya beberapa alasan. Pertama, dia harus beradaptasi dengan motor yang sama sekali berbeda dengan yang ditungganginya saat ini. Jauh sekali bedanya. Motor pasaran dengan motor prototipe. Bahkan ada yang membandingkan lap time antara keduanya, hasilnya jomplang. Pembalap terdepan di WSBK angkanya setara pembalap uturan ke-15 di MotoGP.

Kedua, Yamaha masih bapuk. Toprak yang akan mengendarai motor ini akan disuguhi motor yang nyaris tak ada perkembangan selama ini. Di awal musim 2025, terutama saat tes, pabrikan ini disebut-sebut akan jadi penantang Ducati. Namun, makin ke belakang, performanya makin busuk. Rasa-rasanya Fabio Quartararo yang menjadi pembalap andalan Yamaha sudah frustasi. Tapi ditahan-tahan.

Untuk saat ini, hanya Yamaha yang belum kelihatan perkembangannya. Kalaupun beberapa kali Fabio mengamankan pole position, tapi sebagian besar orang akan setuju kalau itu berkat skillnya dia. Bukan semata-mata karena motornya. Sebab, pembalap Yamaha lainnya seringkali berapa jauh di belakang dia.

Ketiga, terlalu banyak singa di MotoGP. Toprak harus bersaing dengan mereka yang sudah datang lebih dulu, dengan kemampuan yang juga sudah teruji. Akan sulit baginya mengimbangi mereka. Apalagi ditambah dengan performanya motor yang jomplang.

Tapi, sebagai penggemar Toprak, saya tetap berharap ia bisa memberikan performa terbaiknya. Kalau ia bisa membawa BMW di WSBK menjadi juara, semoga di MotoGP ia membawa Yamaha menjadi motor yang kompetitif. Setidaknya bisa bersaing di lima besar dulu.

Komentar

Tinggalkan Komentar