Blog ini ditujukan untuk menampung tulisan-tulisan yang saya hasilkan secara instan. Sebagian sudah dimuat di akun Facebook saya dan sebagian lainnya tidak.

Saya menulis berbagai tema. Apa pun. Itu karena saya bukan pakar di suatu bidang tertentu. Saya menulis hanya sesuai keinginan dan lebih sering urusan remeh-temeh.

recent posts

Mengelola Dua Blog


Saya punya dua blog yang sedang dikelola saat ini, yaitu jarangnulis.web.id dan rozi.web.id. Blog pertama berisi tulisan-tulisan yang "lebih matang" sedangkan blog kedua isinya adalah tulisan-tulisan serampangan.

Tentu saja kriteria "matang" di sini hanya istilah untuk membedakan proses kerja keduanya, bukan dari kualitasnya. Proses produksi tulisan-tulisan di blog pertama biasanya lebih lama, lebih panjang, dan melewati proses editing yang lebih ketat. Sementara di blog kedua, prosesnya jauh lebih cepat karena ini hanya buat latihan. Jumlah paragrafnya juga cenderung sedikit, rata-rata empat sampai delapan paragraf. Editingnya hanya sekali dua kali.

Blog pertama sudah saya buat beberapa tahun lalu, namun sering pindah-pindah platform dan domain. Maklumlah, saya orangnya gampang bosan. Mungkin teman-teman saya menggerutu karena saya sering membagikan alamat domain baru. Yah, bagaimana lagi.

Blog kedua saya buat sekitar sebulan lalu. Tapi, baru aktif diisi dua mingguan terakhir. Ini sebenarnya cuma iseng-iseng ngulik server STB seperti yang sudah saya sampaikan dalam beberapa tulisan sebelumnya. Jadi, server inilah yang saya gunakan untuk menyimpan tulisan-tulisan asal-asalan di blog tersebut. Platformnya menggunakan Ghost.

Blog ini sebenarnya cuma menampung beberapa tulisan yang saya posting di akun Facebook. Tidak semuanya, karena saya tidak terlalu suka mengunggah tulisan panjang di media sosial. Saya hanya memilih tema-tema yang "menarik" menurut saya, dan itu tidak banyak.

Sebagian orang mungkin lebih suka memposting tulisan-tulisannya di media sosial. Latihan menulis setiap hari. Tapi saya sendiri malas untuk melakukannya karena gerak linimasa media sosial itu menurut saya terlalu cepat. Kalau sering unggah konten, tulisan kita yang lima hari lalu saja sudah tenggelam. Sulit diakses. Belum lagi konten tulisan tersebut masih harus bercampur baur dengan konten lain semisal video dan gambar. Apalagi kalau rajin membagikan konten oreng lain, sudah pasti konten-konten kita akan cepat ketelisut.

Maka, blog adalah jawabannya. Di sana, tulisan-tulisan kita akan terfokus, tidak bercampur-campur dengan konten lain. Juga, lebih mudah diakses. Tidak perlu ribet dengan berbagai fitur yang tidak dibutuhkan.

Soal keterbacaan, di media sosial memang jauh lebih terbuka ketimbang blog. Namun, saya tidak terlalu memikirkan soal itu. Apalagi, tulisan-tulisan saya tidak berbobot. Jadi, tidak ada yang membaca pun tidak jadi persoalan.

Untuk membahas lebih jauh tentang hal tersebut, saya akan menulis khusus. Saya akan menyinggung tentang pandangan saya terhadap kegiatan tulis menulis di era serbuan konten video dan Ai saat ini.

Komentar

Tinggalkan Komentar